Advertise

Jumat, 25 Agustus 2023

Konsep Tazkiyatun Nafs Imam Al Ghazali dan Relevansinya Terhadap Kehidupan Modern


Tazkiyatun Nafs, atau penyucian jiwa, adalah konsep penting dalam ajaran Islam yang bertujuan untuk memurnikan dan menyempurnakan jiwa seseorang agar lebih mendekati kesempurnaan spiritual. Salah satu tokoh yang sangat dihormati dalam hal ini adalah Imam Al-Ghazali (1058-1111 Masehi), seorang ulama, filsuf, dan sufi terkemuka dari dunia Islam. Konsep tazkiyatun nafs yang dikemukakan oleh Imam Al-Ghazali memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan modern, di mana manusia sering kali terjebak dalam keramaian dunia materialistik dan hiruk-pikuk teknologi.

Konsep Tazkiyatun Nafs dalam Pandangan Imam Al-Ghazali

Imam Al-Ghazali meyakini bahwa tazkiyatun nafs adalah kunci utama menuju kedekatan dengan Allah dan mencapai kesempurnaan spiritual. Dalam karyanya yang terkenal, "Ihya Ulumuddin" (Revival of Religious Sciences), ia menjelaskan bahwa tazkiyatun nafs melibatkan upaya aktif untuk mengatasi hawa nafsu, memperbaiki akhlak, dan mengarahkan perhatian manusia pada hal-hal yang memiliki nilai abadi, bukan hanya pada kesenangan duniawi semata.

Menurut Imam Al-Ghazali, ada beberapa langkah penting dalam tazkiyatun nafs, antara lain:
1. Menjauhi Dosa: Menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat yang dapat merusak kesucian jiwa.
2. Menjaga Hati dan Pikiran: Mengendalikan perasaan dan pikiran agar tetap fokus pada kebaikan dan ketakwaan.
3. Mengembangkan Akhlak Mulia: Meningkatkan kualitas akhlak, seperti kesabaran, kejujuran, kedermawanan, dan kasih sayang terhadap sesama.
4. Menghindari Keserakahan: Tidak terlalu terikat pada harta dan materi, sehingga membebaskan diri dari keserakahan dan ketamakan.
5. Beribadah dan Tafakur: Melakukan ibadah dengan penuh kesadaran dan refleksi, serta merenungkan kebesaran Allah.

Penerapan dalam Kehidupan Modern

Dalam konteks kehidupan modern yang penuh dengan distraksi dan godaan duniawi, konsep tazkiyatun nafs Imam Al-Ghazali memiliki relevansi yang besar. Beberapa cara penerapan konsep ini dalam kehidupan modern adalah sebagai berikut:

1. Pengendalian Diri dalam Penggunaan Teknologi: Menggunakan teknologi dengan bijak dan tidak berlebihan, sehingga tidak terperangkap dalam dunia maya yang dapat merusak fokus dan kualitas hidup.
2. Pentingnya Introspeksi Diri: Meluangkan waktu untuk merenungkan perbuatan dan niat, serta memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki dalam diri.
3. Menjaga Akhlak dalam Interaksi Sosial: Mengembangkan sikap toleransi, pengertian, dan kasih sayang dalam hubungan dengan sesama, terutama dalam era multikulturalisme.
4. Berbagi dan Kedermawanan: Menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk membantu mereka yang kurang beruntung, tanpa terikat oleh keserakahan.
5. Pengembangan Spiritualitas Individu: Melalui ibadah, dzikir, dan meditasi, individu dapat mendekatkan diri kepada Allah dalam lingkungan yang serba sibuk.


Dalam mengaplikasikan konsep tazkiyatun nafs dalam kehidupan modern, penting untuk mengenali bahwa sifat dan tantangan zaman sekarang mungkin berbeda dengan zaman Imam Al-Ghazali. Namun, prinsip-prinsip dasar seperti pengendalian diri, introspeksi, akhlak baik, dan kedekatan dengan Tuhan tetap relevan dan bermanfaat bagi kehidupan manusia di era apa pun. Dengan memahami dan menerapkan konsep ini, individu dapat meraih keseimbangan antara kebutuhan materi dan spiritual, serta membangun kehidupan yang lebih bermakna dalam dunia modern yang kompleks.

Jumat, 18 Agustus 2023

Menjaga Daya Tahan Tubuh di Tengah Cuaca Penuh Polusi


Cuaca yang penuh polusi dapat menjadi ancaman bagi kesehatan kita, terutama daya tahan tubuh. Polusi udara yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan, iritasi mata, dan bahkan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah cuaca yang penuh polusi. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam menjaga daya tahan tubuh Anda dalam kondisi seperti ini.

1. Jaga Kebersihan Udara dalam Rumah

Salah satu langkah pertama yang dapat Anda ambil adalah menjaga kebersihan udara di dalam rumah Anda. Gunakan alat pembersih udara seperti purifier atau penjernih udara untuk membersihkan partikel polusi di udara dalam rumah Anda. Pastikan juga ventilasi yang baik agar udara segar dapat masuk ke dalam rumah. Hindari merokok di dalam rumah dan minumlah cukup air untuk membantu tubuh membuang toksin.

2. Gunakan Masker Penyaring Udara

Jika Anda harus keluar rumah di tengah cuaca yang penuh polusi, gunakan masker penyaring udara yang sesuai. Masker ini dapat membantu Anda menghindari menghirup partikel-partikel berbahaya yang dapat merusak sistem pernapasan Anda. Pastikan masker yang Anda gunakan memiliki sertifikasi dan memenuhi standar keselamatan.

3. Konsumsi Makanan Sehat

Nutrisi yang baik sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Makan makanan yang kaya akan vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin D, dan zinc. Makanan ini dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda dan melindungi tubuh dari efek buruk polusi udara.

4. Olahraga Teratur

Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat paru-paru. Ini dapat membantu tubuh dalam menghilangkan toksin dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Namun, pastikan Anda berolahraga di tempat yang terhindar dari polusi udara yang tinggi.

5. Hindari Aktivitas Luar Ruangan pada Waktu Tertentu

Cuaca yang penuh polusi dapat menjadi lebih buruk pada waktu-waktu tertentu, seperti saat lalu lintas padat atau kondisi cuaca yang buruk. Hindari beraktivitas di luar ruangan pada saat-saat ini jika memungkinkan. Jika Anda harus keluar, cobalah untuk menggunakan transportasi umum atau berkendara dengan jendela tertutup.

6. Minum Air yang Cukup

Minum air yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh membuang toksin. Pastikan Anda minum setidaknya 8 gelas air per hari, terutama jika Anda tinggal di daerah dengan polusi udara yang tinggi.

7. Jaga Kebersihan Diri

Setelah beraktivitas di luar ruangan, pastikan Anda segera mandi dan mencuci pakaian Anda. Ini dapat membantu menghilangkan partikel polusi yang menempel pada kulit dan pakaian Anda.

8. Konsultasikan dengan Dokter

Jika Anda merasa gejala kesehatan yang berhubungan dengan polusi udara, seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata, segera konsultasikan dengan dokter. Mereka dapat memberikan saran dan pengobatan yang sesuai.


Melindungi daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca penuh polusi adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan Anda. Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat membantu tubuh Anda melawan dampak negatif polusi udara dan tetap sehat dalam situasi yang sulit. Selalu prioritaskan kesehatan Anda dan lakukan tindakan yang diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh Anda tetap kuat.

Jumat, 21 Juli 2023

ALUNAN YANG BERLALU


Biarkan melody itu berlalu

Menghantarkan nada untuk melaju

Tanpa berpaling dari yang berlalu

Demi terciptanya alunan lagu yang merdu

            Hidup adalah pilihan

            Dari nanti yang akan ditentukan

            Tak perlu ragu dan sungkan

            Akan pilihan hanti yang ditetapkan

Kini, mungkin ada kejadian

Namun, esok hanyalah kenangan

Terkadang, kenangan mematikan

Namun, ia pun menghidupkan

            Karena semua itu tak akan mungkin kembali

            Meski hanya sesaat

Hanya diri yang mampu mengubah

Akan segala perubahan yang terjadi

Dari kenangan yang telah berlalu

Selasa, 11 Juli 2023

MERINDU DIBALIK SENJA

           


               Ombak tampak menyapu lembut pesisir pantai, pasir putih bak perak yang berkilauan saat sinar matahari menyentuhnya. Hening, hanya desis ombak yang bergemeruh setiap waktunya. Biru yang tenang, namun menyimpan banyak misteri tentang panorama alam yang memukau.
            Aku berlari kencang, sambil menenteng sepatu hitamku yang tampak lusuh dan kusam., tanpa peduli sedikit pun dengan deburan ombak yang menabrak jemari kakiku. Tanpa mengucap salam, aku menerobos masuk kedalam rumah. Mencari Bunda yang tengah menibukkan diri dengan pekerjaan rumahnya.
            “Bunda!” seruku dengan nafas tersenggal, seraya menyodorkan sehelai kertas.
            Bunda menerimanya, matanya terbelak wajahnya pun sumringah menatap selembar kertas yang baru saja kuberikan. Tanpa sepatah kata pun, ia tersenyum, seraya memelukku dengan bahagia. “Anak Bunda pandai,” pujinya bangga. Hari ini, aku berhasil mendapatkan nilai 10 untuk ujian harianku.
            Aku menghela nafas bahagia, setidaknya aku memberikan yang terbaik untuk kedua orang tuaku. Rumahku memang sederhana, tak jauh dari pesisir pantai. Ayahku jangan ditanya, beliau adalah seorang pelaut handal yang selalu berlayar menjelajahi perairan dinusantara ini. Hanya dua bulan bahkan tiga bulan sekali ayah kembali ke rumah. Setelah itu pergi melaut lagi. Awalnya, kakek dan nenek menyarankan kami untuk pindah rumah, berganti pekerjaan yang lebih menjamin keselamatan. Tapi, Ayah dan Bunda selalu berkata bahwa hati mereka telah jatuh hati pada laut.
            Sore tiba, sinar matahari tampak bersinar terang diufuk sana. Bunda terlihat berkemas. Aku tahu, dalam beberapa menit lagi Bunda akan mengajakku ke tepi laut.
            “Halimah, ayo ikut Bunda!” serunya.
            Aku mengangguk. Setiap hari, Bunda selalu mengajakku ketempat istimewanya, tepi pantai yang menghadap kearah laut bebas, dan menatap senja yang akan tenggelam tergantikan oleh malam yang gelap. Ya, senjs.
            “Ini..” Bunda menyodorkan kotak untukku.
            Ah! ternyata itu adalah hadiah ulanganku kemarin, seuntai kalung yang dirangkai dengan indah dari beberapa karang juga bintang laut.
            “Terima kasih!”
            Bunda tersenyum manis.
            “Sampai kapan Bunda akan terus memandqangi senja?” tanyaku tiba-tiba.
            “Hingga akhir hayat nanti, Halimah. Senja memiliki arti yang besar bagi Bunda,” jawabnya yakin. “Senja, meski tak semua mau menatapnya, namun ia mempunya ribuan arti abgi Bunda. Menikkmati kebesaran Allah yang tak akan pernah ada yang menymainya,” ujarnya pelan.
            Bahkan, hingga kini aku masih tak dapat memahami mengapa Bunda begitu menyukai senja. Mengapa haru senja? Tapi, Bunda hanya menjawab bahwa itu hanyalah salah satu kebesaran Allah yang wajib disyukuri.
            Hari demi hari terus berlalu, bak air yang selalu mengalir dari hulu kehilir, aku tetap saja penasaran akan arti senja bagi Bunda. Hingga suatu hari, hal yang tak pernah kuharapkan datang menimpaku, Bunda dikabarkan hilang tenggelam, kapal ikan yang dinaikinya hancur diterkam badai laut yang kuat. Aku berlari kepesisir pantai berteriak memanggil Bunda untuk kembali. Namun, semua itu mustahil, ia telah kembali kepangkuan-Nya.
            Haruskah Bunda pergi dengan cepat, seperti sernja yang berlalu sangat cepat Bahkan, disaat aku belum mendapatkan arti senja bagi Bunda. Ayah menenangkanku, seraya berkata. “Jangan pernah menyalahkan arti senja, nak.. itu sangat berrarti untuk Bunda,’ ujarnya pelan, ayah menodorkan buku yang sudah tampak usang. Buku itu milik Bunda.
            Aku membukanya, disampingku ayah berusaha tegar menerima segala takdir yang sudah terjadi pada keluarga kami.
            Senja…
            Terima kasih ats semuanya, saat aku dapar menyatukan cinta dengan Rian, suamiku, saat Halimah lahir dan dapat melihat dunia dengan mata indahnya, saat aku selamat dari maut yang nyaris menimpaku. Meski aku tahu, disaat senja pun duka pun datang bersamaan, saat mama dan papa kembali padaMu. Saat rumah ini hancur oleh tepisan ombak. Tapi, aku bersyukur, saat aku masih bisa menatapu diatas sana, saat kau mengajarkan arti keindahan hidup.
            Terima kasih Senja..
            Aku menitikan air mata, menahan sakit yang amat mendalam, aku berusaha tegar menerima segala sesuatu yang telah terjadi.
            Semenjak, kejadian itu ayah mengajakku pindah ke kota. Mencoba melupakan memoriam yang terus menghantui pikiranku dan memulaik kehidupan baru disana. Senja, terima kasih telah mengajarku dan Bunda arti keindahan hidup.

Minggu, 09 Juli 2023

6 Nasihat Imam Al Ghazali

 


Nasehat Penuh Makna Imam al-Ghazali :
Pertama, Yang Paling Dekat Ialah Mati
Imam al-Ghazali pernah bertanya kepada murid-murid beliau tentang apa yang paling dekat dengan kita dalam kehidupan ini. Diantara murid – murid beliau ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya. Imam al-Ghazali kemudian menjelaskan bahwa yang paling dekat dengan adalah “Mati”, karena mati itu Janji Allah yang pasti akan menimpa semua insan bernyawa.
Kedua, Yang Paling Jauh Adalah Masa Lalu
Imam al-Ghazali menjelaskan yang paling jauh adalah masa lalu, karena bagaimanapun caranya kita tidak bisa kembali ke masa lalu, karena itu jangan membanggakan kebaikan di masa lalu. Teruslah meningkatkan kebaikan untuk hari ini dan esok hari.
Ketiga, Yang Paling Besar Adalah Nafsu
Masalah paling besar yang harus kita hadapi ialah Nafsu. Acapkali Nafsu menjerumuskan manusia ke jurang nista hingga kehidupannya di dunia hancur, dan azab menunggu setelah kematian.
Keempat, Yang Paling Berat Adalah Menanggung Amanah
Tumbuh – tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mau menerima ketika Allah Swt. meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) didunia ini, tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah Swt., sehingga menyebabkan manusia banyak masuk neraka karena tidak sanggup menanggung Amanah.
Kelima, Yang Paling Ringan Ialah Meninggalkan Shalat
Hanya karena kesibukan kecil, manusia rela meninggalkan shalat. Padalah shalat adalah tiang agama. Jika manusia hanya hidup untuk mencari makan dan kesenangan maka tidak ada bedanya manusia dengan binatang
Keenam, Yang Paling Tajam Ialah Lidah
Dengan Lidah manusia menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya. Kita sering mendengar pepatah bijak mengenai bahaya lidah, yaitu: “Kalau pedang melukai tubuh ada harapan akan sembuh, tapi kalau lidah melukai hati kemana obat hendak di cari”

Sabtu, 08 Juli 2023

Belaian Kasih


 

Pepohonan begitu lebat sepanjang perjalanan, bergoyang mengikuti arah angin yang berhembus lembut. Menambah keadaan udara semakin asri. Deretan pohon lebat itu berwarna hijau, berjejer rapi seperti membentuk barisan. Intan berjalan santai, sekedar untuk menikmati suasana desanya yang sudah lama tidak ia kunjungi.

Sesaat, Intan berteduh di salah satu pohon besar dan rindang. Ia menatapnya dan memperhatikan dengan seksama. Benar apa yang dikatakan salah satu pegawainya dulu. Keluarga adalah tempat kembali bahkan disaat dirinya tidak dapat memberi apa yang telah diberinya dahulu.

:::::

Intan lahir diantara keluarga yang sederhana, bukan miskin namun segala hasil nafkah kedua orang tuanya hanya cukup untuk kebutuhan hari-harinya saja. Intan tumbuh seperti halnya anak-anak yang lainnya, ia dapat bermain bahagia bersama teman-teman kecilnya, ia bisa berangkat ke sekolah di setiap pagi.

Kini Intan tumbuh menjadi seorang pengusaha yang sukses di kotanya. Ia tinggal seorang diri di rumah mewahnya, kedua orang tuanya tidak mau untuk diajak tinggal di kota. Memilih untuk menghabiskan sisa hidup di desa tempat Intan lahir.

Kesuksesan Intan merupakan hasil kerja kerasnya dulu, ia memang tidak menempuh pendidikan yang tinggi. Karena, disaat usia remaja Intan memutuskan untuk mengadu nasib ke kota dengan hanya berbekal uang hasil celengan keluarga yang diberi oleh kedua orang tuanya. Kini kafe yang dikelola Intan banyak dikunjungi oleh para pelanggannya yang berkalangan atas.

“Mbak Intan,” seseorang memanggilnya.

Intan pun sontak menoleh, “Ya, kenapa Mila?” tanyanya pada pegawainya yang memanggil. “Apa ada masalah?”

“Tidak Mbak Intan, hanya saja orang tua Mbak menelfon ke telfon cafe ini, sudah beberapa kali dan menanyakan Mbak. Alangkah baiknya jika mbak Intan menghubungi kedua orang tua Mbak,” ujar Mila.

“Baik,” sahut Intan. “Terima kasih, Mil.”

Intan segera menuju kantor pribadinya, disana ia segera menghubungi kedua irang tuanya di kampung.

“Assalamu’alaikum,” salam seseorang di sebrang sana.

“Wa’alaikum salam,” jawab Intan. “Ini Intan Bu, Ibu apa kabar?”

“Ya Allah Intan, iya ibu dan bapakmu Alhamdulillah sehat. Kamu sehat nak? Apa sedang ada masalah disana? Mengapa jarang memberi kabar?”

“Alhamdulillah, Intan sehat juga ibu. Maafkan Intan ya Bu, jarang memberi kabar. Akhir-akhir ini Alhamdulillah cafenya banyak dikunjungi orang dan pelanggan Bu. Terkadang, saat Intan pulang, Intan langsung beristirahat.”

“Mana Intan,” suara bapak di sebrang terdengar jelas di telfon.

“Bapak, apa kabar?”

“Baik nduk, Alhamdulillah bapak sehat. Kapan kamu pulang? Bapak kangen sama Inran.”

“Iya pak, Intan juga sebenarnya kangen banget sama bapak dan ibu. Tapi, Intan belum bisa pulang bulan ini.”

Tak terasa tiga puluh menit, Intan menelfon kedua orang tuanya. Melepas rindu di tengah kesibukan Intan yang begitu melelahkan.

Cafe yang dirintis dengan jerih payah Intan, kini ramai dikunjungi oleh para pelanggan. Membuat cafe ini tidak pernah sepi, selain makanan yang enak pelayanannya pun juga sangat ramah.

Namun, tidak semua usaha berjalan mulus seperti yang diinginkan oleh Intan. Saat tengah malam, handpone Intan berbunyi.

“Mbak Intan, Mbak Intan..” Naura, salah satu pegawai Intan bersorak cemas.

“Kenapa Naura, coba jelaskan dengan tenang!”

“Cafenya, mbak.. terbakar!”

Intan tercengang, baru saja ia ingin beranjak tidur setelah membersihkan dirinya. Ini sudah tengah malam, namun Intan justru mendapatkan kabar yang buruk. Dengan sigap, Intan segera meluncur ke cafe yang hanya berjarak dua kilometer dari rumahnya.

“Bagaimana bisa terjadi?” tanya Intan panik.

“Entahlah mbak, baru saja saya tiba di rumah. Dari kejauhan saya melihat asap hitam yang tebal. Ternyata, kakak saya yang mengabarkan kalau asap kebakaran itu berasal dari cafe ini, Mbak,” jawab Naura.

Kobaran api semakin membesar. Para warga yang hadir di tempat kejadian, berusaha untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Mobil pemadam kebakaran belum tiba. Usaha yang dilakukan warga tidak membuahkan hasil, api semakin berkobar. Beberapa orang yang bermukim di sekitar cafe tersebut menjadi panik, khawatir bila apinya menjalar ke tempat lain.

Intan terduduk, tangannya ia telengkupkan ke wajahnya.

Mengapa semua terjadi begitu cepat? Batin Intan dalam hati.

Waktu menunjukkan pukul dua dini hari. Mobil pemadam kebakaran sudah tiba satu jam yang lalu. Akhirnya, dengan segala usaha yang dilakukan oleh warga dan petugas pemadam kebakaran api pun dapat dipadamkan.

Intan yang masih terlihat shock, dibawa ke kediaman salah satu pegawainya. Naura, rumahnya hanya berjarak seratus meter dari cafe tersebut.

“Tenang, mbak Intan.. semua akan baik-baik saja,” Naura berusaha menenangkan Intan. Ia menyodorkan segelas air putih agar Intan minum.

Intan menerimanya, ia meminumnya dengan perlahan. “Keluargaku pasti akan kecewa, saat aku pulang nanti.”

“Tidak Mbak, Mbak Intan salah. Keluarga Mbak pasti akan menerima bagaimana pun keadaan Mbak Intan, bahkan dikala Mbak Intan kesusahan,” ujar Naura.

Dalam sekejap, api dapat membakar kedai kafe milik Intan. Yang tersisa hanyalah puing-puing bangunan yang sudah rata dengan tanah. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan, semua prabotan cafe, prabotan masak dan bangunan yang berdeseain kan unik berubah menjadi abu. Semua hangus dalam sekejap. Saat ini Intan mengalami kerugian yang cukup besar.

Keesokannya, Intan memilih untuk pulang ke rumahnya yang di desa sejenak. Menenangkan pikiran, melepaskan rindu yang dalam. Meski, masih tersimpan rasa malu yang besar saat ia kembali ke keluarganya.

“Mbak Intan!” pekik Anis, adiknya. Ia berlari memeluk Intan. “Ibu, bapak.. Mbak Intan pulang!” Anis membantu Intan membawakan barang-barangnya.

Intan memasuki rumah dengan wajah tertunduk. Sang ibu datang dengan tergopoh-gopoh memeluk Intan dengan hangat. Intan terisak.

“Maafkan Intan Bu. Intan kembali dengan membawa kerugian yang begitu besar,” ujar Intan. “Maafkan Intan Ibu..”

“Kamu kembali ke sini saja, Ibu sudah cukup bahagia Intan,” ujar Ibu sambil mengelus bahu Intan yang berguncang karena tangisannya.

Anis mengantarkan Intan ke kamarnya. Entah apa yang ada dipikiran Intan saat ini, ia terlihat lebih banyak melamun. Namun, untunglah, keadaan Intan semakin hari semakin membaik. Setiap saat ia membantu pekerjaan rumah, berusaha mendamaikan pikiran dan hatinya,

Sore ini Intan berjalan-jalan di sekeliling kampungnya. Pepohonan lebat tertanam di sepanjang jalan setapak yang ia lalui. Pohon yang selalu memberikan manfaat yang banyak bagi orang banyak. Ah, Intan ingat akan sepenggal cerita yang pernah diceritakan oleh gurunya dulu.

Pohon itu ibarat orang tua.

Ada anak kecil yang ia selalu tertawa dan bercanda ria dibawah pohon yang rindang, memainkan dedaunnanya maupun menaiki batangnya. Disaat pohon itu berbuah, anak yang sudah mulai tumbuh remaja itu pun mengambil buah yang dapat dikonsumsi oleh dirinya. Saat anak itu mulai beranjak dewasa, pohon bahkan rela memberikan batangnya hingga habis untuk dimanfaatkan anak itu dan dijual. Dan lihatlah, disaat tua dan tidak ada tempat untuk bersandar anak yang sudah menua itu pun kembali ke pohon itu, meski hanya duduk diatas gundukan bekas tebangannya dahulu.

Sama seperti iorang tua, sejak kecil merekalah yang mengayomi dengan sabar. Hingga tumbuh menjadi anak remaja, orang tua akan selalu memberikan apa yang dapat diberi, bahkan ketika dewasa, orang tua pun rela memebri hartanya untuk anaknya demi masa depannya. Dan disaat masalah menimpa atau masa tua tiba, orang tua pun bahkan bersedia menerima anaknya kembali dalam berbagai keadaan pun.

Hari ini, Intan berjanji, ia akan menghabiskan umurnya untuk berbakti kepada orang tuanya.

Selasa, 04 Juli 2023

Filosofi Akar

 


Berbuat Baiklah! selama nafas masih bisa dihirup, dunia masih bisa dipandangi, kasih sayang masih bisa dirasakan, bahkan sebelum maut datang untuk menejmput.

Selama melakukan kebaikan, tidak perlu dipandang, atau dilihat oelh jutaan pasang mata. Cukuplah, diri ini juga Allah Swt. yang tahu akan kebaikan kita. Tak perlu terlihat, tak perlu berharap pujian, tak perlu mengumbar. Lakukan dengan segala keikhlasan.

Jadilah seperti akar, setiap harinya ia terus tumbuh kebawah untuk mencari sumber penghidupan, bukan untuk dirinya namun untuk menghidupi pohon yang berdiri tegak diatasnya. tanpa terlihat sedikit pun oleh sang pohon yang tumbuh diatasnya. Ia tak kecewa saat pohon tidak mengetahui, bahwa akar berbuat sedemikian rupa hanya untuk menghidupinya. Namun, ia tetap ikhlas melakukan kebaikan, untuk dirinya bahkan orang lain.

Berbuat baiklah dengan segala keikhlasanmu!

Selasa, 04 April 2023

Awas, Bahaya Modernisasi!

.


Saat ini, dunia sedang berada pada titik puncak kemajuan. Setiap tahun, dunia selalu berubah bahkan berkembang pesat dari satu zaman ke zaman yang lain. Bahkan, segala sesuatu yang bersifat primitif ataupun tradisional berubah menjadi sesuatu yang bersifat modern. Istilah ini biasa disebut dengan ‘modernisasi’.
Modernisasi merupakan suatu proses perubahan cara tradisional menjadi cara baru yang lebih maju. Perubahan ini, mencangkup aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek politik. Awalnya, modernisasi telah berkembang pada abad ke-17 hingga abad ke-19. Muculnya istilah ‘modernisasi’ memang memberikan dampak positif terhadap kehidupan manusia. Berbagai kehidupan manusia menjadi lebih mudah dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih. Tidak hanya sebatas teknologi, ide-ide pun mulai berkembang sehingga tidak lagi bersifat jumud dalam berpikir.
Ciri khas modernisasi yang dapat dilihat dari manusia adalah tingkat berpikir, iptek dan sikapnya terhadap penggunaan waktu dan penghargaan terhadap hasil karya manusia yang telah dihasilkan. Namun, perlu diingat bahwa dalam kacamata islam maju mundurnya suatu zaman bukan berdasarkan ukuran-ukaran yang bersifat sekuler. Tapi, maju mundurnya suatu zaman diukur berdasarkan nilai-nilai keislaman.
Akibat adanya modernisasi, gaya kehidupan masyarakat indonesia khususnya sudah banyak yang mengikuti gaya kehidupan ala-barat dan kehidupan terlalu bebas sehingga nilai-nilai islam dalam kehidupan seseorang banyak yang sudah terkikis dan terkoniminasi oleh gaya barat. Selain itu, sikap seseorang menjadi individualistis, dengan kemajuan teknologi yang canggih orang menjadi cenderung suka melakukan aktivitasnya sendiri tanpa membutuhkan orang lain.
Masyarakat semakin berloma-lomba dalam membeli alat tekhnologi yang semakin cannggih, hidup dalam bergelimpangan kekayaan harta dan benda. Hingga terlalu disibukkan oleh urusan ‘duniawi’ yang tidak pernah habis, hingga lupa akan ‘Sang Pencipta’, lupa akan tuhannya. Tanpa memiliki waktu khusus untuk mengingat-Nya. Hingga, akhirnya berujung pada kekacauan dan kegelisahan hati.
Handpone contohnya, salah satu contoh kecil yang lahir dari produk modernisasi. Manusia menjadi lebih mudah dalam menghubungi manusia yang lain dalam waktu yang relatif singkat. Dan, tanpa disadari pola pikir seseorang pun menjadi berubah, handpone menjadi segala-galanya dalam kehidupan, lebih sering dipegang daripada Al-qur’an yang menjadi pedoman hidup manusia sendiri. Jika, manusia dapat meluruskan pola pikirnya, maka ia dapat menjadikan handpone sebagai sumber dakwah. Dengan meng-upload ajakan beribadah, peringatan akan perbuatan maksiat dan sebagainya. Bukan untuk menggunjing saudaranya sendiri atau menebarkan berita hoax.
Modernisasi tidak bisa kita hindari, karena akan terus datang dengan segala macam cara dan perubahan yang tidak bisa ditolak. Maka, sebagai mahasiswi muslim perlu untuk membentengi aqidah dengan sekokoh mungkin, menambah wawasan yang luas, serta tidak alergi dalam membaca. Sehingga, mampu memilah antara kebenaran dan kebatilan dan menjawab persoalan umat. Karena, adanya ilmu pengetahuan di dalam islam adalah penedkatan kepada Sang Khalik dan menuntut umatnya agar hasil dari iptek itu terarah kepada kemaslahatan bukan untuk kerusakan.
Dan, Sudahkan anda menjadi mahasiswi modern yang sesuai dengan tradisi nilai-nilai islam?

Rabu, 31 Agustus 2022

PERTIKAIAN DALAM KEMULIAAN

 

Lihatlah pertikaian disana
Saat dua kubu yang saling berselisih demi memperjuangkan sebuah kemulian
Sikapnya yang bijaksana, pemimpin arif dan hebat
Saat sekian pemimpin tak ada yang dapat menaklukannya
Sekian lama umat muslim berusaha untuk memperebutkannya
Setiap insan, ingin membuktikan janji Rasulullah SAW
Hingga tiba,
Ketika kota dan benteng kuat itu ditaklukan
Ialah Muhammad Al Fatih
Penakluk Konstantinopel 1453 H
Dengan penuh kasihnya, ia memaafkan ribuan penduduknya
Membiarkan mereka bebas menentukan agamanya
Tanpa seorang pun tersakiti

“SEBAIK-BAIKNYA PASUKAN DAN SEBAIK-BAIKNYA PEMIMPIN ADALAH IA YANG DPAT MENAKLUKAN  KONSTATINOPEL”

Kamis, 07 Oktober 2021

Merindu Dalam Kenangan

 Kala itu benar-benar terjadi

Saat asa telah satukan jiwa
Perlahan..
Semua tampak begitu jelas
Bangunan kokoh yang penuh dengan kenyamanan
Suasana yang penuh dengan kedamaian
Hawa yang penuh dengan kerinduan
            Satu kunci penuh makna
            Penuh tanya namun berguna nanti
            Penuh hikmah juga perubahan besar
            Sederhana namun mengesankan
Hingga tiba,
Dimana semua akan menjadi cerita
Menjadi sejarah hidup dalam kekekalan abadi
Selalu terukir dalam kenangan masa
Hingga datang kehidupan dalam kesibukan diri
Menyenangkan namun penuh dengan tantangan
\           Nanti,
            Tempat ini kan menjadi tempat yang paling dirindukan
            Tempat ini akan menjadi tempat yang paling mengesankan
            Penuh penyesalan, seakan ingin memutar waktu kembali
            Tapi, takdirlah yang memisahkan kita\
            Agar dapat lebih menghargai waktu
            Menjadi berguna bagi masyarakat juga tuk mengispirasi dunia
Terima kasih, kawan....

Selasa, 06 Juli 2021

Waspada Penyerangan Iman!

            Allah SWT. Telah menegaskan secara tegas dalam firmannya yang tertulis dalam Al-qur’an, bahawa agama yang sempurna adalah agama islam. Namun, pada saat ini rupanya umat islam sedang dilanda wabah penyakit yang cukup serius dan berbahaya., bagi kesatuan umat islam sendiri. Penyakit ini mulai merambah secara perlahan dan tidak ada yang menyadarinya.

            Namun, sebelumnya, bukankah kita mengetahui bahwa bangsa barat mempunyai rasa benci yang amat mendalam terhadap umat islam sejak dulu, berbagai cara dan juga usaha telah dilakukan oleh mereka untuk menhancurkan umat islam. Namun, saat usaha dan cara telah dilakukan dan tidak berhasil. Akhirnya, mereka menyadari bahwa umat islam tidak dapat dihancurkan dengan kekuatan fisik dan seacar terang-terangan.
            Melihat segala usaha belum berhasil. Mereka tidak menyerah dengan menelusuri dan mempelajari dasar-dasar yang menjadikan umat islam ini mempunyai kesatuan yang luar biasa. Akhirnya, PELUNTURAN IMAN adalah cara yang ampuh untuk menghancurkan umat muslim. Itu kata mereka! Saat iman umat muslimluntur, aqidahnya lemah, maka, secara perlahan kesatuan dan ketaatan umat islam terhadap agamanya akan semakin tergerogoti kesatuannya.
            Akhinya, mereka berlomba-lomba membuat alat yang akan menjauhkan umat islam dari agamanya, yang akan menjauhkan umat islam dari kitab sucinya, Al-Qur’an yang selama ini menjadi pedoman hidupnya. Hp, android berbagai aplikasi, facebook, line, tik-tok, Twitter, Instagram itu semua hanyalah alat yang sengaja dibuat oleh orang-orang yahudi dan barat untuk menarik perhatian umat islam dari agamanya. Saat umat islam sudah terlena dengan hp dengan obrolannya bersama teman atau bahkan pacar sehingga lupa, lupa dengan segala kewajiban agamanya, inilah yang diharapkan oleh orang barat. Bahkan, tidak hanya tekhnologi saja berbagai acara televisi yang diadakan, ajang cari bakat, ajang cari bakat nyanyi dan sebagainya, itu juga hanyalah alat. Siapa pengikutnya? Umat islam, berjilbab tapi mereka tidak punya rasa malu untuk berjoget atau beragya di depan umum, mangaku islam, tetapi, berani umbar aurat depan publik.
            Itu semua adalah wabah, wabah yang berbahaya bagi umat islam tapi hampir tidak ada yang menyadarinya. Sudah diingatkan, alasannya itu hanya hiburan, ingin menunjukkan bakat. Tapi, lihat! Ingat! Indetitas kalian!
            Hei! Ingat JASMERAH, jangan melupakan sejarah! Tengoklah kembali masa peradaban islam terdahulu. Maju, maju karena mereka berusaha dengan segala kegigihan dan fasilitas yang ada. Islam Berjaya, karena semua taat terhadap syari’at danperintah agamanya. Bangsa barat saja rela belajar akan peradaban islam untuk menghancurkan islam sendiri, tapi mengapa islam tidak mau menengok sejarahnya sendiri.
            Ya Allah. Tunjukkanlahkami kejalan yang benar, yang penuh berkah dan selalu diridhai olehmu. Lindungilah kami, lindungilah dari godaan syetan yang terkutuk.